Apa Itu Cinta?
Cinta? Siapa sih orang yang gak pernah dengar kata cinta? Sobat
pasti juga pernah denger kan? Anak-anak SD jaman sekarang yang sekolah masih
make kaos kaki ginceng juga pasti pernah denger. Bahkan mereka sudah cinta
monyet- cinta komodo- cinta kadal apa-apalah abang kurang paham.
Sekedar denger sih denger, namun apakah sobat mengerti apa itu
cinta?. Cinta ya pacaran bang? Bukan, cinta tidak harus dan tidak pasti
berwujud pacaran. Cinta itu relatif... dari siapa CINTA dijelaskan.............
Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.
Mereka yang jomblo, menyebutnya imajinasi (cieee... yang
jomblo)
Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan
untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam
dalam. seorang Jomblo berhak mencintai dan berhak atas cinta (pasti yang jomblo setuju kan?)
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa
ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Putus cinta. Putus nyambung. Putus terus.
Memang putus cinta dengan seseorang yang benar-benar kita cintai
itu menyakitkan. Seperti ada yang remuk didalam sana. Apakah hati? Jantung?
Ginjal? Tete? Abang nggak tau. Tapi memang sakit. Sobat juga pernahkan
merasakan sakitnya putus cinta? Sakitnya digantungin? sakitnya jomblo bertahun-tahun?.
Namun, ada yang lebih sakit dari semua itu... ya- belum nembak
namun sudah diputusin. Jadi namanya bukan mantan pacar, tapi mantan calon
pacar. Sobat punya mantan calon pacar? Hahaaa.... abang sih enggak :p
Memang untuk mendapatkan cinta kita harus bersabar menunggu
seorang itu, seperti menunggu sebuah bus (baca: Filosofi cinta: Menunggu bus cinta)
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin
tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak
ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin pipis, belajarlah membuka resleting dahulu,
Jika ingin dicium Dian Sastro, belajarlah nyium pohon pisang
dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang
memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini
terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu
mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Dubai tidak dibangun dalam sehari, Durian tidak matang dalam sedetik.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang
agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan
pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun
bayangkan.
Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita
menunggu, karena alasan yang penting.
Tapi abang sarankan, jangan menunggu terrlalu lama jika memang dia
tidak pernah memberikan hatinya untuk sobat. Belajarlah membuka hati untuk
orang lain yang juga membukakan hatinya untuk sobat. Jangan berharap berlebihan
kepada orang yang menengokpun tidak pernah. Buat apa kita memikirkan seorang
yang tidak pernah memikirkan kita sedetikpun.
Jika memang orang yang sobat cintai telah menyalakan lampu hijau,
atau mengkode bahwa dirinya juga mencintai sobat. Maka... orang yang seperti
itulah yang bisa sobat tunggu... tunggu cinta suci darinya.
"Jangan pernah semoga-semogakan sebuah kemustahilan dari seseorang
yang selalu lampu merah."
Jadi, apa itu cinta? Ya- benar... kerelatifan. Sudut pandang mana
sobat melihat?
Inspirasi dari=
http://www.ebookdahsyat.cjb.net dengan tambahan humor
dan perubahan seperlunya
Jika artikel ini bermanfaat, dapatkan Artikel Terbaru dari abang via Email, GRATIS !! |
Follow Me ! ![]() ![]() ![]() |